About Me
Name: Kumpulan Totorial Internet
Home: Gorontalo, Indonesia
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Links
Powered by

Blogger Templates

BLOGGER

 

 

 
  Minggu, 28 Desember 2008  
 
 
Integritas Keperawatan


PEMBAHASAN


A. Integritas Keperawatan

Jajaran aparatur kesehatan sangat dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Karena masalah urusan kesehatan sangat berbeda dengan urusan pemerintahan yang lain. Artinya jika urusan lain dapat dikerjakan pada waktu tertentu, maka urusan kesehatan tidak pernah mengenal waktu karena menyangkut keselamatan hidup nyawa seseorang.

1. Pengertian

Pengertian integritas secara umum ialah keberhasilan dalam menyesuaikan diri terhadap keberhasilan dan kegagalan dalam hidup, sihingga apabila integritas tercapai individu akan dapat menikmati keuntungan dan merasa bahwa hidup itu bermakna. Misalnya dalam suatu praktek kesehatan kalau sesorang perawat sudah diragukan integritasnya, berarti perawat tersebut sudah diragukan kemauannya untuk menjalankan disiplin keperawatan yang ada dan cendrung melakukan hal hal yang merugikan pasien.

Integritas Perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan ini menunjukan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati-hati, teliti dan kegiatan perawat dilaporkan secara jujur. Klien merasa yakin bahwa perawat bertanggung jawab dan memiliki kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang relevan dengan disiplin ilmunya. Kepercayaan tumbuh dalam diri klien, karena kecemasan akan muncul bila klien merasa tidak yakin bahwa perawat yang merawatnya kurang terampil, pendidikannya tidak memadai dan kurang berpengalaman. Klien tidak yakin bahwa perawat memiliki integritas dalam sikap, keterampilan, pengetahuan (integrity) dan kompetensi.

2. Integritas dan Tanggung Jawab Perawat

Beberapa cara dimana perawat dapat mengkomunikasikan tanggung jawabnya :

1. Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien (sincere intereset) Contoh : “Mohon maaf bu demi kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan atau mengganti spreinya”.

2. Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan dengan ramah kepada kliennya (explanantion about the delay). Misalnya; “Mohon maaf pak saya memprioritaskan dulu klien yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak sejenak”.

3. Menunjukan kepada klien sikap menghargai (respect) yang ditunjukkan dengan perilaku perawat. misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb.

4. Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien (subjects the patiens desires) bukan pada kepentingan atau keinginan perawat misalnya “Coba ibu jelaskan bagaimana perasaan ibu saat ini”. Sedangkan apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat ; “ Apakah bapak tidak paham bahwa pekerjaan saya itu banyak, dari pagi sampai siang, mohon pengertiannya pak, jangan mau dilayani terus”

5. Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina (derogatory) misalnya “ pasien yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi”.

6. Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien (see the patient point of view). Misalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa obatnya tidak cocok atau diagnosanya mungkin salah.

Integritas Perawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakannya khususnya selama melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas, panti, klinik atau masyarakat. Meskipun tidak dalam rangka tugas atau tidak sedang meklaksanakan dinas, perawat dituntut untuk bertangung jawab dalam tugas-tugas yang melekat dalam diri perawat. Perawat memiliki peran dan fungsi yang sudah disepakati. Perawat sudah berjanji dengan sumpah perawat bahwa ia akan senantiasa melaksanakan tugas-tugasnya.

Contoh bentuk integritas dan tanggung jawab perawat selama dinas; mengenal kondisi kliennya, melakukan operan, memberikan perawatan selama jam dinas, tanggung jawab dalam mendokumentasikan, bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan klien, jumlah klien yang sesuai dengan catatan dan pengawasannya, kadang-kadang ada klien pulang paksa atau pulang tanpa pemberitahuan, bertanggung jawab bila ada klien tiba-tiba tensinya drop tanpa sepengetahuan perawat.

Dalam pandangan Etika penting sekali memahami tugas perawat agar mampu memahami integritas dan tanggung jawabnya. Perawat perlu memahami konsep kebutuhan dasar manusia.

Berdasarkan konsep kebutuhan dasar tersebut, perawat memegang tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar klien. Perawat diharapkan memandang klien sebagai mahluk unik yang komprehensif dalam memberikan perawatan. Komprehensif artinya dalam memenuhi kebutuhan dasar klien, tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisiknya atau psikologisnya saja, tetapi semua aspek menjadi tanggung jawab perawat.

Alam diciptakan dalam keseimbangan. Demikian pula kecerdasan perawat perlu dikelola secara seimbang. Mengelola hanya kemampuan intelektual saja tidaklah seimbang. Demikian pula bila hanya fokus pada nilai spiritual, tidak juga seimbang. Keseluruhan kecerdasan SEPIA perlu dikelola, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara seimbang. Menjadi selaras dan seimbang adalah kunci menuju bahagia dan sukses. Ada kalimat yang sangat menarik yang dikemukakan oleh Patricia Patton, seorang konsultan profesional sekaligus penulis buku, sebagai berikut: “It took a heart, soul and brains to lead a people”.

Dari kalimat tersebut di atas terlihat dengan jelas bahwa seorang perawat haruslah memiliki perasaan, keutuhan jiwa dan kemampuan intelektual. Dengan perkataan lain, “modal” yang harus dimiliki oleh seorang perawat tidak hanya intektualitas semata, namun harus didukung oleh kecerdasan emosional (emotional intelligence), komitmen pribadi dan integritas yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan. Seringkali kegagalan dialami karena secara emosional seorang perawat tidak mau atau tidak dapat memahami dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga keputusan yang diambil bukanlah a heartfelt decision, yang mempertimbangkan martabat manusia dan menguntungkan institusi, melainkan cenderung egois, selfcentered yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan kelompok/golongannya sehingga akibatnya adalah seperti yang dialami oleh kebanyakan institusi di Indonesia.

B. Kerativitas

1. Pengertian

Menurut James R. Evans, Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari perpektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.

Ciri suatu perilaku yang kreatif adalah adanya sesuatu hasil yang baru, akibat prilaku tersebut. Kreativitas seseorang berhubungan dengan motivasi dan pengalaman serta dipengaruhi oleh intelegensi, cara berfikir, ingatan, minat dan emosinya, bakat, sikap, persepsi, perasaan, dan kepribadian.

Munculnya kreativitas seseorang dapat dipicu karena seseorang mengalami tantangan atau kendala dalam memecahkan suatu masalah dalam hidupnya.

2. Unsur-Unsur Kretivitas.

Unsur-unsur yang terkandung dalam kreatifitas adalah sebagai berikut :

Ø Pengetahuan

Ø Imajinasi dan

Ø Evaluasi

3. Cara memotivasi kreativitas

Ø Menguasai teori problem solving

Ø Memancing agar seseorang menjadi ingin tahu

Ø Introfeksi diri

Ø Tanggung jawab

4. Karakteristik individu yang mendukung kreativitas

Menurut James R. Evans (1994), ada 14 karakteristik individu yang mendukung kreatifitas yaitu :

F Kesadaran dalam kepekaan (Sensivitas) terhadap masalah

F Ingatan (memory)

F Kelancaran

F Fleksibilitas

F Disiplin dan keteguhan diri

F Keaslian

F Kemampuan penyesuaian diri (adaptasi)

F Permainan intelektual

F Humor

F Non komfornitas.

F Toleran terhadap ambiguitas

F Kepercayaan diri

F Skeptisime

F Intelegensi

5. Hubungan Kreativitas dan Intelegensi

Kreatifitas berkembang karena dipengaruhi faktor dominan integelensi. Orang yang kreativ, umumnya memiliki inteligensinya tinggi, atau orang yang intelegensinya tinggi pada umumnya memiliki kreativitas tinggi pula sehingga dapat dikatakan bahwa antara kreativitas dan intelegensi itu memiliki hubungan sangat erat.

6. Halangan untuk kreatifitas

Sebagai mana kita ketahui bahwa belahan otak kita memiliki fungsi yang berbeda. Untuk tingkah laku kreatif, yaitu mengembangkan ide-ide yang memvisualisasikan terdapat pada belahan otak kanan, sedangkan otak kiri untuk pemikiran yudisial, menganalisis, memandingkan dan memilih.

Halangan untuk bertingkah laku kreatif secara umum karena faktor kebiasaan (habit). Namun, menurut James L. Adam yang dikutif oleh James R. Evans (1994) menyebutkan ada 4 (empat) macam halangan terhadap kreativitas, yaitu :

a. Halangan persepsual, yaitu halangan yang mencegah individu pencegah masalah untuk menerima secara jelas masalah itu sendiri atau informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut.

b. Halangan emosional, yaitu halangan karena :

§ Takut membuat kesalahan atau mengambil resiko.

§ Ketidak mampuan mentoleransi ambiguitas, kebutuhan akan keamanan, dan keteraturan.

§ Acuan menilai ide-ide dari pada membangkitkan dan mengembangkannya.

§ Ketidak mampuan bersikap santai dan melupakan masalah untuk sementara waktu.

§ Kurang pantangan

§ Terlalu bermotivasi untuk berhasil dengan cepat.

§ Kurangnya kontrol imajinatif

§ Ketidak mampuan membedakan realitas dan fantasi

c. Halangan budaya dan lingkungan

d. Halangan intelektual dan ekspresi

7. Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas dan Integelensi

a. Faktor intrinsik yang meliputi : Intelegensi, bakat, minat, kepribadian, dan perasaan.

b. Faktor ekstrinsik yang meliputi : Adat-istiadat, sosial budaya, pendidikan, dan lingkungan.

8. Penerapan Teori Kreativitas dan Intelegensi Terhadap Perawat dan Keperawatan.

Dengan memahami teori kretivitas dan integelensi, seorang perawat dapat introfeksi diri, sejauh mana kreativitas dan intelegensi kreatifitas yang dimiliki dirinya.

Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang memiliki keunikan, intelegensi dan kreativitas yang berbeda-beda, hendaknya masalah intelegensi dan kreativitas pasien perlu dipahami agar asuhan keperawatan yang diberikan betul-betul dapat memuaskan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sunaryo, M.Kes Psikologi untuk Keperawatan; Buku Kedokteran EGC; Jakarta, 2002

posted by Kumpulan Totorial Internet @ 13.02   0 comments
 
 
   
 
 
Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) termasuk flu, rhinitis akut, sinusitis, tonsillitis akut dan Laringitis akut. Pilek adalah : Tipe infeksi saluran nafas atas yang paling sering ditemukan. Orang dewasa rata-rata akan terserang flu dua sampai empat kali dalam setahun, dan anak-anak rata-rata empat sampai 12 kali pertahun. Insidennya bervariasi menurut musim, kira-kira 50 % dari penduduk akan mendapat penyakit ini pada musim dingin & 25 % pada musim panas. Biasanya, flu tidak dianggap sebagai penyakit yang berbahaya; tetapi penyakit ini menyebabkan rasa tidak nayaman baik secara fisik maupun mental & menyebabkan penderita tidak bekerja/tidak masuk sekolah. Di Amerika Serikat flu adalah suatu penyakit yang sangat mahal : setiap tahun lebih dari 500 juta dolar Amerika dihabiskan untuk membeli obat-obat flu dan batuk perjualbelikan dengan bebas.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Obat Saluran Pernapasan
Obat saluran pernapasan terbagi atas 2 yaitu :
1. Obat infeksi umum saluran pernapasan atas
2. Obat gangguan saluran napas bawah dan kronik.

1. Obat Infeksi Umum Saluran Pernapasan Atas
 Flu
Flu disebabkan Rinovirus dan terutama menyerang saluran nasofaring, rintis akut (peradangan akut membrane mukosa hidung) biasanya terjadi untuk mengatasi gejala flu adalah :

a. Antihistamin
Antihistamin atau penghambat H1, bersaing dengan histamine untuk menduduki reseptor, sehingga menghambat respos histamine. Antihistamin mengurangi sekresi nasofaring dengan jalan menghambat reseptor H1 dan antihistamin juga mengurangi rasa gatal pada hidung yang menyebabkan penderita bersin. Banyak obat-obat flu yang dapat dibeli bebas mengandung antihistamin, yang dapat menimbulkan rasa ngantuk.
Antihistamin tidak berguna pada keadaan emergensi (gawat darurat) seperti anafilaksi. Kebanyakan antihistamin akan diserap dengan cepat dalam waktu 15 menit, tetapi obat ini tidak cukup kuat untuk mengatasi anafilaksi.
Contoh antihistamin : Difenhidramin dapat diberikan secara oral, intramuscular, intravena, zat ini mudah diabsorpsi oleh usus, tetapi absorpsi sistemik dari pemberian topical sangat kecil. Zat ini sangat mudah berikatan dengan protein dan memiliki paruh dari 2 sampai 7 jam. Difenhidramin di metabolisasi oleh hati dan diekskresi dalam urin.
Dan efek samping yang paling sering adalah rasa ngantuk, pusing, letih, dan gangguan koordinasi. Bisa juga timbul ruam kulit dan gejala-gejala antikolinergik, seperti mulut kering, retensi urin, pandangan kabur, dan mengik.

b. Dekongestan Hidung
Hidung tersumbat yang disebabkan oleh dilatasi pembuluh darah hidung karena infeksi, peradangan, atau alergi. Dengan dilatasi ini, terjadi transudasi cairan ke jaringan sekitar, sehingga terjadi pembengkakan rongga hidung.
Dekongestan hidung bisa diberikan dalam bentuk semprotan, atau tetes hidung atau tablet, kapsul, atau cairan. Pemakaian dekongestan yang terlalu sering, terutama semprotan atau tetes hidung, dapat menimbulkan rebound nasal congestion. (terjadi vasodilatasi dan bukan vasokontriksi seperti yang seharusnya).
Efek samping dan reaksi yang merugikan pada kontraindikasi pemakaian obat-obat ini merupakan kontraindikasi pada penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hipertiroid, dan diabetes mellitus.

c. Antitusif
Antitusif bekerja pusat pendali batuk di medulla untuk menekan reflek batuk. Batuk adalah cara tubuh untuk mengeluarkan secret atau material lain dari saluran nafas. Sakit leher bisa menyebabkan batuk yang meningkatkan iritasi tenggorok, jika batuk tidak produktif dan mengiritasi, boleh diberikan antitusif, permen keras dapat menurunkan batuk konstan dan mengiritasi.

Contoh dari antitusif
Dekstrometrofan tersedia dalam bentuk sirup atau cairan, kapsul yang bisa di kunyah dan pelega tenggorok. Dekstrometrofan di metabolisasi oleh hati.
Destrometrofan adalah suatu antitusif nonnarkotik yang menekan pusat batuk di medulla. Depresi system saraf pusat dapat meningkat bila obat ditelan dengan alcohol, narktik, sedative-hipnotik, barbiturate, atau antidepresi.
Onset kerja dekstrometrofan relative cepat dalam kerjanya 3-6 jam. Biasanya obat mengandung dekstrometrofan dapat dipakai beberapa kali sehari.

d. Ekspektoran
Ekspektoran merupakan secret bronkus sehingga dapat dihilangkan dengan batuk ekspektoran yang paling sering dipakai untuk preparat seperti itu adalah guayafenesin. Hidrasi (banyak cairan, misalnya minum air yang banyak) adalah ekspektoran yang terbaik.

 Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan membrane mukosa dari satu atau lebih sinus malsilaris, frontal etmoidalis atau sfenoidalis. Dekongestan nasal atau sistemik merupakan indikasi. Asetaminofen, cairan dan istirahat juga membantu untuk sinusitis akut atau berat. Bisa diberikan antibiotic.

 Tonsilitis Akut
Tonsilitis akut adalah peradangan tonsil. Streptokokus adalah mikroorganisme penyebab yang umum. Gejala-gejala mencakup sakit leher, nyeri menelan, menggigil, demam dan sakit otot dan antibiotic adalah tindakan pengobatan yang normal.

 Laringitis Akut
Pada laryngitis akut, edema pita suara menyebabkan suara serak dan kecil. Hal ini disebabkan oleh stress. Pemakaian pita suara yang berlebihan, atau infeksi pernafasan. Pemberian obat tidak banyak membantu biasanya perlu istirahat berbicara, dan hentikan merokok.

2. Obat Gangguan Saluran Pernafasan Bawah akut dan kronik

 Derivat Metilxantin (xantin)
Golongan bronkodilatator kedua yang dipakai untuk asma adalah derivate metilsantin (xantin) yang mencakup teofilin, aminofilin, dan kafein. Aminofilin masih merupakan obat terpilih untuk mengobati asma akut bila diberikan dalam bentuk intravena.
Teofilin biasanya diabsorbsi dengan baik setelah diberikan secara oral, tetapi absorbsi dapat bervariasi sesuai dengan bentuk dosis. Teofilin juga diabsorbsi dengan baik dalam bentuk cairan yang diminum dan tablet polos yang tidak disalut gula. Bentuk dosis yang dilepas perlahan-lahan akan diabsorbsi dengan lambat. Obat-obat teofilin dimetabolisme oleh enzim hati, dan 90% dari obat ini dikeluarkan melalui ginjal. Waktu rata-rata yang diperlukan sampai terjadi onset kerja untuk teofilin oral adalah 30 menit untuk kapsul yang pelepasannya dihambat adalah 1 sampai 2 jam, dan untuk bentuk teofilin oral dan intravena, kira-kira 6 jam.
Efek samping dan reaksi yang merugikan mencakup mual dan muntah, nyeri lambung, perdarahan usus, distriitmia jantung, palpitasi (berdebar), hipotensi berat, hiperfleksi dan kejang. Teofilin dapat menyebabkan hiperglikemia, menurunkan waktu pembekuan darah dan meningkatkan junlah sel darah putih (lekositosis), karena efek diuretic xantin termasuk teofilin.

 Glukortikoid (Steroid)
Glukortikoid anggota keluarga kartikosteroid, dipakai untuk mengobati banyak gangguan pernapasan, terutama asma. Anggota dari kelompok obat ini adalah beklometason (vanceril, beclovent), triamsinolan (amcort, aristocrat), deksametason (Decadron). Hidrokortison, dan prednisone. Obat-obat ini dapat diberikan dengan inhaler aerosol (beklometason) atau dalam bentuk tablet (triamsinolon, deksametason, predniron) atau dalam bentuk injeksi (deksametason, hidrokortison).
Efek samping dan reaksi yang merugikan akibat inhaler oral umumnya lebih bersifat local dari pada sistemik (misalnya iritasi tenggorokan, serak, mulut kering, dan batuk) infeksi jamur pada mulut, laring, dan faring dapat terjadi tetapi bersifat reversible dengan penghentian obat dan pengobatan.

 Natrium Kromolin
Natrium kromolin (intal) dipakai untuk pengobatan pencegahan pada asma bronchial. Obat ini tidak dipakai untuk serangan asma akut. Obat ini dapat dipakai bersama dengan adronergenik beta dan derivate sontin. Bronkoplasme rebound merupakan efek samping yang serius dari kromatin. Obat ini tidak boleh dihentikan dengan mendadak karena dapat menimbulkan serangan asma.

 Antikolinerik
Agonis adrenergic beta dan metilsantin telah mengantikan posisi obat-obat antikolinergik dalam pengobatan asma. Belakangan ini obat antikolinergik baru telah diperkenalkan, yaitu ipratropium bromide (atrovent), untuk mengobati keadaan asma dan melonggarkan bronkioli tidak seperti antikolinergik yang lain, efek samping sistemik dari ipratropium lebih sedikit. Obat ini diberikan dengan aerosol.

 Mukolitik
Mukolitik bekerja seperti deterjen dengan mencairkan dan mengencerkan secret mukosa yang kental sehingga dapat dikeluarkan. Asetilsistein (mucomyst) diberikan dengan cara nebulisan. Obat ini tidak boleh dicampurkan dengan obat-obat lain. pengobatan harus diberikan bersama-sama dengan bronkodilator untuk klien dengan asma atau penyakit saluran pernafasan hiperaktif, efek sampingnya meliputi mual, dan muntah, stomatitis (tukak mulut), dan “hidung berair”.
posted by Kumpulan Totorial Internet @ 12.52   0 comments